Senin, 09 Januari 2012

Sadarku

Di saat waktu berhenti
kosong
dimensi membuakan mata membekakan telinga
lalu diri menjadi hampa
saat paradigma tak lagi digunakan untuk menerka
sadarku akan hadir-Mu
mematahkan sendi-sendi yang biasa tegak berdiri

Ada Apa Dengan Cinta

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku

karena aku ingin kamu
itu saja.

Tentang Seseorang


Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?

Alhamdulillah

Sujudku pun takkan memuaskan inginku tuk haturkan sembah sedalam kalbu
adapun sembahkan syukur kepada Mu ya Allah
untuk nama, harta dan keluarga yang mencinta
dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
alhamdulillah
hilang dan kesempatan yang membuat hamba mengerti lebih makna diri
semua lebih berarti apabila dihayati
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Sajak Atas Nama

ada yang atas nama Tuhan melecehkan Tuhan 
ada yang atas nama negara merampok negara 
ada yang atas nama rakyat menindas rakyat 
ada yang atas nama kemanusiaan memangsa manusia 

ada yang atas nama keadilan meruntuhkan keadilan 
ada yang atas nama persatuan merusak persatuan 
ada yang atas nama perdamaian mengusik kedamaian 
ada yang atas nama kemerdekaan memasuk kemerdekaan 

maka atas nama apa saja atau siapa saja 
kirimkanlah laknat kalian 
atau atas nama Ku 
perangilah mereka !

Kau Beragama Neger Ini



Tuhan, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini

mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain

di negeri-negeri lain,

demi mendapatkan ridha Mu

mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka

untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu

mereka bahkan tega menyodok dan menikam

hamba-hamba Mu sendiri

demi memperoleh rahmat Mu

mereka memaafkan kesalahan

dan mendiamkan kemungkaran

bahkan mendukung kelaliman

untuk membuktikan keluhuran budi mereka

terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka



Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini

mereka terus membuatkan Mu rumah-rumah mewah

di antara gedung-gedung kota

hingga tengah-tengah sawah

dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang

untuk meneriakkan nama Mu

menambah segan dan keder hamba-hamba kecil Mu

yang ingin sowan kepada Mu

nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan

hingga pesta agung kenegaraan

mereka merasa begitu dekat dengan Mu

hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu

yang memiliki kelebihan harta membuktikan

kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan

yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan

kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan

yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan

kedekatannya dengan ilmu yang Engkau karuniakan

mereka yang Engkau anugerahi kekuatan

seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri

mereka bukan saja ikut menentukan ibadah

tapi juga menetapkan siapa ke sorga siapa ke neraka

mereka sakralkan pendapat mereka

dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan

hingga takbir dan ikrar mereka

yang kosong bagai perut bedug



Allahu Akbar Walillahil Hamd



rembang - menjelang idul adha 1418 / 1998

Masjid Seribu Pintu Karawang


Bagian sisi Masjid Seribu Pintu
Masjid seribu pintu terletak di kampung Cikebo desa parung mulya kec.ciampel kuta tandingan kab.karawang.

Masjid seribu pintu ini di bangun oleh Syeikh al-fakir madi hasan al-khudratillah al=mukhodan al-bantani yang merupakan keturunan dari syeikh abdul qodir al-jaelani ini di bangun pada 2004 dengan luas sekitr 4 hektar yang berdiri di kuta tandingan.

Masjid yang mempunyai nilai seni bangunan dengan banyak pintu di setiap sisi dan jurunya, mempunyai nilai filosopi tersendiri yaitu 999 pintu melambangkan manusia dan 1 pintu melambangkan ALLAH SWT. pada dasarnya masjid ini dibangun untuk sarana ibadah masyarakat sekitar yang juga akan di bangun pondok pesantren, harus terhenti pembangunannya pada tahun 2006 karena masalah persengketaan lahan yang ditempati masjid seribu pintu tersebut. 


Menurut penulusuran, masjid seribu yang ada di karawang ini akan menjadi centralnya masjid seribu pintu yang lain yang ada di nusantara indonesia. karena masjid ini tidak hanya berdiri di tanah karawang saja melainkan banten,sumatera dll. 

Selain tempat sembahyang, masyarakat sekitar masjid seribu pintu ini juga sering mengadakan tawasulan sebagai budaya ahlussunnah wal jama'ah yang di ajarkan syeikh al-fakir. jama'ah tawasulan yang diadakan setiap malam jum'at ini cukup banyak, tak jarang orang yang diluar karawang pun hadir mengikuti dan menjadi jama'ah al-fakir. pembangunannya terhenti tapi masih banyak masyarakat yang menggunakan masjid tersebut ramai dikunjungi, seperti sering diapakai Tawasulan oleh masayarakat sekitar juga orang dari karawang dan luar karawang yang senan tiasa hadir setiap malam jum'at. 
 

Konsep Masjid jika rampung sampai selesai
 
Lahan masjid seribu pintu sering di persengketakan. Beberapa kali masyarakat harus berhadapan dengan oknum-oknum yang akan membongkar masjid tersebut, dengan alasan tanah yang ditempati adalah tanah Negara juga ada yang mengaku sebagai ahli waris dari tanah yang di tempati. Tidak sampai disitu persengketaan juga terdapat di sekeliling area masjid, seperti banyak patok perbatasan dan papan pemberitahuan kepemilikan lahan.
 
Namun masyarakat setempat tetap bertahan dan meminta perlindungan dari berbagai instansi maupun lembaga dari tingkat daerah, provinsi sampai tingkat pusat. Karena tanah yang mereka diami adalah tanah adat, tanah yang telah ditempati jauh sebelum Indonesia merdeka. Dan juga menjadi saksi perjalan era kemerdekaan dari pelarian Kartosuwiryo, pasukan Kala Hitam dari derah jawa sampai calon para pejabat juga petinggi-petinggi pemerintah yang sekedar berdo'a maupun berziarah.
 

Perjalanan untuk ke masjid seribu pintu ini harus hati-hati. Pasalnya untuk sampai ke tujuan, jalan yang akan dilalui masih jalan hutan yang setapak hanya bisa dilalui oleh motor dan insfratuktur sekitar sangat kurang dengan penerangan listrik yang belum ada disana juga letak geografisnya yang masih hutan dan perbukitan.

Ada dua jalan alternatif untuk sampai kesana, pertama kita bisa ambil jalan yang melalui KIIC dan jalan Sandiego Hill. Saat kami kesana, jalan yang kami lalui yaitu jalan KIIC. Jika Masuk dari belakang KIIC, pas bunderan KIIC kita bisa ambil kiri dan langsung lurus terus. Sedangkan jika jalan Sandiego Hill, Kita bisa ikuti Jalan.

Ahmad Jamaludin
09:41 09/01/12

Bagian dalam masjid


Bapak Enting ketua RT setempat juga sebagai Kepala Adat

Tim Ekspedisi Kuning

Tim Ekspedisi yang sedang meninjau masjid dan wawancara


Tampak dari atas masjid





Menuju Gudang masjid yang masih berada disekitar masjid

Bangunan Gudang masjid



Makan ala kadarnya


Tim Ekspedisi saat berkunjung di rumah warga waktu diperjalanan

Suasana saat Tawasulan yang dilaksanakan setiap malam jumat






Salah satu jalan mencapai lokasi




Jembatan penghubung dan perlintasan untuk ke lokasi masjid, Jembatan ini terbuat dari bambu dan minim kemanan


Jembatan penghubung

Tim Ekspedisi

Sungai penghubung antar masyarakat yang tanpa jembatan

Terima Kasih

Rabu, 07 Desember 2011

Hakikat Ilmu

Bosan aku dengan wacana yang mengombar-ngombar
Bosan aku dengan diskus yang tak jelas
Hanya ingin merasa diakui
Hanya tahu dengan logika kepantasan

Berkicaulah bak seperti sang ahli
Bukankah pada hakikatnya Ilmu yang bermanfaat itu berguna bagi orang lain
Bukan sejauh mana pengetahuan yang dimiliki

Dimana ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk
Tong kosong nyaring bunyinya itulah yang pas
Lebih baik tahu sedikit tentang banyak dari pada tahu banyak tapi sedikit 

07;09. 11-06-2011
Ahmad Jamaludin

Penat Pekat

Penat melekat dalam pikiran
Pekat menyelimuti kegundahan
Erdinding keresahan
Yang mengkotakkan rasa

Dipandangnya jauh
Terbang dalam angan harapan
Apa daya langkah tertatih untuk melangkah

Jiwa beku terpaku dalam rencana
Raga kaku terdiam dalam keraguan
Jika mimpi adalah suatu awalan
Maka bangun adalah suatu gerakan


23;45 / 28-03-2011
Ahmad Jamaludin

Doa Untuk Diri

Terperangkapku dalam rencana besar
Terbelengguku dalam kestagnasian hidup
Bangunlah wahai semangat yang berkobar
Terbanglah cita yang terdiam
Larilah angan yang terjerat

Diammu bukan emas lagi
Ragumu bukan proses lagi

Sudah saatnya bangun dari mimpi
Sudah waktunya lari dari langkah
Hidup ini berjalan
Tak pantaskah untuk diam
Adalah suatu pilihan
Diam tertinggal dan terbunuh
Atau
Bergerak mengejar dan meraih


10;29 / 15-04-2011
Ahmad Jamaludin