Jumat, 12 Oktober 2012

My Journal


Ini tentang sebuah jurnal perjalanan hidup, yang entah akan tahu orang itu akan bertemu dengan seorang atau pun para tokoh yang  menginspirasi kehidupan orang tersebut. Kemudian ia dokumentasikan setiap pertemuannyaa tersebut dengan orang-orang tersebut.
To The Point Aja,,,orang tersebut bernama Ahmad Jamaludin biasa dipanggil Jamal alias saya sendiri..
PMII Karawang Ustadz Muhammad Hariri

Pertama……ini adalah Ustadz Muhammad Hariri, beliau sering tampil di TV salahsatunya yaitu ISLAM KTP, SAMPEYAN MUSLIM dll. Beliau senior saya di sebuah organisasi kemahasiswaan yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), namun beliau alumni PMII Bandung. Kini beliau menjadi mengasuh pesantren dan yang baru2 beliau mendirikan Pondok Pesantren di China.

Berikutnya yaitu Prof.Agus Sunyoto
Prof.Agus Sunyoto

Beliau seorang Budayawan, Sejarawan, penulis buku  juga Sastrawan. Beliau kelahiran Malang banyak karya-karya yang telah dilahirkan beliau….untuk lebih lengkapnya anda bisa cari sendiri eahh….
Lanjut…seorang Sejarawan nasional  ke-namaan, beliau adalah Rusdi Husein
Kita sering lihat beliau di acara TV maupun seminar2….
Rusdi Husein


Bapak Bupati Karawang, Bapak H.Ade Swara

photo ini diambil saat acara Bahtsul Masa’il PCNU Karawang yang bertemapt di Rumah Dinas Bupati…

Lanjutnya….Wakil Bupati Karawang yaitu Ibu Cellica
Wakil Bupati Karawang Ibu Cellica

 photo ini diambil saat selesainya acara audiensi PC.IPNU Karawang dengan Beliau yang bertempat di Kantor Pemerintahan Daerah Karawang..

Kemudian …. Pak Reza

photo ini diambil saat peringatan Rawagede yang bertempat di Tugu Rawagede Karawang.


Lanjutnya…masih tempat yang sama..  

beliau seorang jurnalis asal Belanda,namun saya belum sempat berkenalan jauh….hanya cukup tahu dia seorang juranlis saja yang sedang peliputan tentang Tragedi Rawagede…

Masih sama di Rawagede

ini salah satu photo yang saya suka,,,, kenapa ???? karena dia adalah salah satu finalis MOKA (MOJANG JAJAKA) Karawang saat sedang menghadiri Peringatan Tragedi Rawagede.. dia bernama…hhhhhmmmpp…Putri Apriani..

Wira Wati Catur Panca Pahlawan Pejuang Wanita 45



Kemudian lanjut.. saat ke Jakarta ke Gedung SCTV dalam menghadiri acara SABAR “Sahur Bareng Reynaldi” ….

Udah gak asing lagikan muka ini…….
Yapzzz….dia adalah JK….Jarwo Kuwot…





Kemudian BETA…BETA…BETA…..



Dan ini photo yang paling menyenangkan & bahagia…seorang Perempuan yang sangat cantik bisa dikategorikan perempuan yang hamper sempurna….
Kita sering melihat dia di acara BUKAN EMPAT MATA, dia juga seorang penyanyi Dangdut..
Dia adalah Chintya Sari……cantikan…….cocokkan dengan disebelah kirinya……huhuhuuhuuuu

Chintya Sari


next.........


Memperingati 1000 Hari Gusdur dihadiri banyak ulama-ulama salah satunya Prof.Dr.KH.Qurai Shihab




Mapaba PMII Komisariat Budi Pertiwi DPD KNPI Karawang




Wisuda STIE Budi Pertiwi Karawang bertempat di RM Alam Sari




Bakti Sosial STIE Budi Pertiwi Karawang



Almarhum Band Qosidah Grup




IBL YES PROGRAM CLUB KARAWANG 2012


IPNU Karawang & Wakil Bupati



PMII KOMISARIAT BUDI PERTIWI SOSIALISASI KANKER SERVIKS



PMII & KOPRI KARAWANG KEMAH BUDAYA DIDANAU CIPULE



PMII KOMISARIAT BUDI PERTIWI KARAWANG BARENG Muda Mudi KATHOLIK


PMII KOMISARIAT BUDI PERTIWI KARAWANG BARENG Muda Mudi KATHOLIK




BACA PUISI DI RENUNGAN MALAM KEMAH BUDAYA PMII KARAWANG



STIE BUDI PERTIWI ANGKATAN 09 SEMESTER 1





Ketua Presidium Sidang RTK Komisariat Budi Pertwi



PKD CIanjur Kebun RAYA Cibodas Laskar Jambrong PMII  PKC Jabar



Camping Curug Cijalu Karawang



Makan Siang Curug Cijalu Karawang



Candi Blandongan Ekspedisi Kuning


Makan siang alias dahar
Ker teu paruguh

Di rumah sejarah Soekarno Rengas dengklok Karawng



Ini lah sebagian kecil perjalan saya….yang sebagian terdokumentasikan…untuk sebuah kisah klasik untuk masa depan..
Salam persaudaraan…..!

Terima Kasih



Senangnya berbagi..(^.^)





Ahmad Jamaludin

Let's Go Moving


Malam ini tanggal 5, 5 hari lagi menjelang sidang untuk menentukan judul skripsi. 
Banyak yang harus dibenahi untuk bisa lolos secara administratif mengikuti sidang permasalahan tersebut. Dari mulai KHS yang belum saya ambil dari semester 1 sampai semester 6 dan yang paling parah yaitu uang bayaran yang selalu kepake, eahh..total semua Rp 1.700.000 ; inilah penyakit yang susah saya sembuhkan, kejadian ini sudah sering terjadi dari semasa SMA sampai sekarang. Mudah-mudahan kalau nanti menjadi pejabat penyakit ini tidak terjadi alias Korupsi....AMIIIN

Hhmmppp...ini adalah tebing yang harus didaki untuk sampai puncak & melihat keindahan diatas puncak, jangan sampai kita hanya membayangkan betapa sulitnya pendakian itu lalu terdiam lama memikirkan cara naik namun hanya diam, diam & diam tanpa berusaha. 
Seperti kata Dewi Lestari “Dee” dalam buku Filosopi Kopi nya ; Hidup Mengikis siapa saja yang memilih diam, kamu tidak terkecuali”. Saya tidak ingin terkikis oleh dinamika kehidupan, saya harus terus bergerak, bergerak & bergerak.

Rezeki & kesempatan itu ada namun berdiam, kitalah yang harus bergerak dan meraih.



Ahmad Jamaludin
21:00,  05/10/2012

Me and My Parents


Untuk usia sampai saat ini, mungkin inilah beban pikul hidup yang terasa berat & letih.
Melihat orang tua yang terus bekerja membanting tulang siang dan malam hanya untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. 

Mereka seakan tidak mengenal kata letih, capek, lelah atau yang lainnya.
Semua ini hanya untuk anak-anaknya……..demi cita-cita anaknya.
Melihatnya juga mendengar desahan nafasnya pun yang terdengar letih, terasa semua lelah, capek akan bekerjanya.

AKU mungkin atau pastinya adalah ANAK YANG TAK TAHU TERIMA KASIH ATAS JASA, PENGORBANAN ORANG TUA YANG SELAMA INI TELAH MEMBESARKAN DAN MERAWAT SEKETIKA KECIL SAMPAI SAAT INI.
CURAHAN KASIH SAYANGNYA TERBALAS AKAN KEBOHONGAN-KEBOHONGAN ATAS KEBODOHAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH ANAKNYA SENDIRI.
Padahal meraka itu cukup letih, sakit ketika kakakku yang Ke-2 menjajaki masa BADUNGnya…tak khayal aku sering melihat orang tuaku menangis sampai pergi dari rumah untuk menenangkan diri dari kelakuan anaknya sendiri, yaitu kakakku. Suasana rumah yang tiap hari terasa panas akan emosi, gelap akan hati dan sepi sunyi akan canda tawa senyum. 

Waktu itu usiaku sekitar 11-13 tahun, seorang bocah yang menyaksikan segala kelamnya kehidupan keluarga. Aku hanya bisa diam, melihat air mata ibunda yang mengalir & termenung akan semua itu. Aku bocah yang dibesarkan dari kekelaman itu. Bocah yang tak tahu canda tawa keluarga, bocah yang diperdengarkan suara-suara gelas pecah dan suara teriakan kekesalan sang ayah.
Inilah KEBODOHANKU yang tak bisa belajar akan masa lalu.

Inilah tulisan yang aku berani & kuatkan untuk ku utarakan tentang orang tua, sebelumnya aku tak kuat untuk membahas atau membicarakan tentang orang tua karena sesungguhnya aku tak mampu akan itu, tak mampu mengenang.




Ahmad Jamaludin
21:34, 4/10/2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Mahasiswa masihkah suaramu suci ?

Suara mahasiswa suara rakyat, aspirasi mahasiswa adalah aspirasi rakyat dan aksi mahasiswa adalah aksi untuk rakyat.

Apakah statement itu masih berlaku untuk saat ini ?
Ketika peng-atasnamaan rakyat menjadi sebuah cara untuk menjadi alat kepentingan.
Kita mahasiswa sudah terkontaminasi wacana intervensi oleh senior-senior yang telah bergelut dengan kepentingan.

Kepentingan apa ? 

Membuat issue untuk menguntungkan atau menghakimi kelompok tertentu ? proyek terselubungkah ? menjadi tangan kepanjangan partai ? Menunjukan eksistensi organisasi ?

Lantas masih bisakah kita bicara ke-Idealisan ketika suara sudah berbalut kepentingan ?
Dan apa yang mahasiswa saat ini perjuangkan ?

Lantas untuk apa peng-Kaderan yang dilakukan, jika kita menciptakan penerusan paradigma kemunafikan untuk junior-junior yang akan menCap dirinya sebagai mahasiswa?

Mobilisasi massa ? 

Secara mikro kita berbicara estapet pengkaderan organisasi, namun secara makro kita berbicara mahasiswa Indonesia kelak, mahasiswa yang akan menjadi agent of change. 

Pertanyaan yang paling mendasar adalah bagaimana jika orang-orang yang disebut agent of change ini menjabat ?

Korupsi ? Kolusi  ? Nepotisme ? Konspirasi ?

Dan ketika mereka berada di ranah ini, masihkah ke-Idealisasian menjadi pola pikir dasar untuk bertindak atau kepentingan dan mempertahankan jabatankah yang mendominasi dalam pikiran.

Masih adakah suara-suara suci itu, dalam bingkaian demokrasi yang sudah tidak perawan ini lagi…….




Ahmad Jamaludin
20:25, 23/Agustus/2012