Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

Bagaimana Kabarmu

ingin sekali bertanya sekedar untuk menanyakan kabar.
entah itu secerca pesan
yang bisa menghilangkan kekhawatiranku

bagaimana keadaanmu ?
apa baik-baik saja ?

setelah kamu menjawab "baik"
maka aku kan tenang
tapi jika kamu menjawab yang lain
aku kan datang padamu
kan mengisi kesedihanmu
mengisi gelisahmu
dan menampung keluh kesah hidupmu, sayang

dan
aku kan ganti dengan kebahagiaan yang bisa membuatmu senyum kembali
membuatmu kembali menari bersama awan-awan nan cerah
membuatmu semangat lagi mengarungi hidup

dan
ketika kamu sudah merasa mandiri untuk mengarungi kebahagiaan kembali
bersama orang-orang yang lebih kamu sayangi
maka aku kan lega untuk sedikit demi sedkit lagi pergi darimu
agar kamu lebih bahagia
dan itu adalah sebuah kebahagian untukku jika itu bisa membuat kamu bahagia



Ahmad Jamaludin
23:24,30 April 2013

Kamis, 17 Januari 2013

KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT



Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau kau sibuk memakrifati nya-nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)
“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”

Rabu, 16 Januari 2013

Harapan



Hari ini aku ingin menulis lagi
Menulis apa saja yang aku lihat dan rasakan
Menulis suara-suara jerit yang tak didengar
Menulis harapa-harapan yang tak putus
Menulis lirik-lirik kehidupan yang sumbang namun tetap di perdengarkan

Hujan kali ini seperti tangisan dunia
Dari mereka yang merintih
Dari mereka yang di zhalimi

Di tengah ekonomi yang semrawut
Di tengah hokum yang miring
Di tengah harapan dan kejenuhan yang cenderyng tak beranjak

Ketika agama di atasnamakan
Ketika sistem selalu memperkosa
Ketika pendidikan di sesatkan
Ketika toleransi di rasa usang
Ketika kehidupan bernegara jauh dari cita-cita bangsa

Ada yang berani tapi tak tahu
Ada yang tahu tapi tak berani
Ada yang peduli tapi tak bisa
Ada yang bisa tapi tak peduli

Semoga hujan kali ini
Memberi Rahmat bagi mereka yang dijauhi Rahmat



Ahmad Jamaludin

09:14, 15/01/2013

Jumat, 04 Januari 2013

Di Negeri Amplop


Di negeri amplop 
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya…malu
Samson tersipu-sipu rambut keramatnya ditutupi topi…rapi rapi
David coperfil dan Rudini bersembunyi rendah diri
Entah Mabi Musa mau datang membawa tongkatnya

Amplop-amplop mengatur secara teratur hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang telah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa

Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati

Di negeri amplop 
Amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja

Negeri Hahahihi


Bukan karena grup lawak negeriku selalu kocak
Justru grup-grup lawak hanya menggaanggu dan bikin muak
Negeriku lucu dan para pemimpinnya suka mengocok perut

Banyak yang pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang pamer keberanian dengan kebodohan yang mengharukan
Banyak yang pamer kekerdilan dengan teriakan yang memilukan
Banyak yang pamer kepengucutan dengan lagak yang memuakan

Hahahaha….
Penegak keadilan jalannya miring
Penuntut keadelan kepalanya pusing
Hakim main mata dengan maling
Wakil rakyat baunya pesing
Hihihiii…

Kalian jual janji-janji untuk menebus kepentingan sendiri
Kalian hapal pepatah-petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih
Pepatah-petitih…

Anjing menggonggong kafilah berlalu
Sambil menggonggong kalian terus berlalu…hahahaha
Ada udang dibalik batu
Ada udang kepalanya batu…hahahaha
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui
Sekali dayung dua tiga pulau terbeli…hahahaha
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Kalian mati meninggalkan hutang….hahahha
Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri
Lebih baik…yokk hujan-hujanan caci maki…
Hihihihi…..

Rabu, 11 April 2012

Tanpa Inspirasi



Pagi
Ku buka hari dengan kebingungan
Aku tulis
Temanku masih terlelap dalam tidurnya
Aku tulis
Hanya secangkir kopi yang temani
Aku tulis
Di iringi musik klasik
Aku tulis
Gemuruh suara mesin industry sebrang
Aku tulis
Walau tanpa inspirasi
Aku tetap tulis


06;35 / 11-06-2011
Ahmad Jamaludin

Rabu, 22 Februari 2012

Sajak Pertemuan Mahasiswa

matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan

lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan

kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : "kami ada maksud baik"
dan kita bertanya : "maksud baik untuk siapa ?"

ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
"maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?"

kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah - tanah di gunung telah dimiliki orang - orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat - alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya

tentu, kita bertanya :
"lantas maksud baik saudara untuk siapa ?"
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu - ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?

sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak - cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang

dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan - pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra

di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

RENDRA
( jakarta, 1 desember 1977 )

Senin, 20 Februari 2012

Cinta Manusia

bayangannya hilang membekas
berlalu bersama angin yang menyapu
bukan enggan mengukir suatu kisah
namun resah dan gelisah masih mencandu dalam hati
biarlah yang manis menjadi bingkaian masa lalu nan indah tuk dikenang
dan biarkan yang pahit membumbung tinggi bersama awan yang mempersembah hujan

cerita ini terlalu panjang buat ditulis
dan terlalu indah tuk dilupakan
perjalanan cinta kaum adam dan hawa
yang mewarnai ceritanya dengan lika-liku kehidupan
memapah waktu dalam lingkaran cinta......cinta manusia.

Ahmad Jamaludin
21:27, 06/01/2012

Kamis, 26 Januari 2012

Berkaca Pada Hati

Benci rasanya
Saat tahu ternyata hanya menjadi pelarian yang tertunda
Sakit jadinya
Mengingat segala kenangan yang tak tertampungkan

Saat ku telaah seribu peristiwa
Kupunyai sebentuk kesimpulan
Jika ternyata
Cinta sesaatmu hanya sebuah pelarian

Bukan egois kata itu tercipta
Namun sebentuk realita
Yang sulit dipungkiri
Tak usah berkata
Bahwa ada yang telah melupakan
Karna kita sama-sama terlupakan
Terlupakan pada sebuah cinta
Yang harusnya cinta itu
Puncak dari samudera ketulusan

#Dari Novel Malaika Humaira

Senin, 09 Januari 2012

Sadarku

Di saat waktu berhenti
kosong
dimensi membuakan mata membekakan telinga
lalu diri menjadi hampa
saat paradigma tak lagi digunakan untuk menerka
sadarku akan hadir-Mu
mematahkan sendi-sendi yang biasa tegak berdiri

Ada Apa Dengan Cinta

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku

karena aku ingin kamu
itu saja.

Tentang Seseorang


Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?

Alhamdulillah

Sujudku pun takkan memuaskan inginku tuk haturkan sembah sedalam kalbu
adapun sembahkan syukur kepada Mu ya Allah
untuk nama, harta dan keluarga yang mencinta
dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
alhamdulillah
hilang dan kesempatan yang membuat hamba mengerti lebih makna diri
semua lebih berarti apabila dihayati
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Sajak Atas Nama

ada yang atas nama Tuhan melecehkan Tuhan 
ada yang atas nama negara merampok negara 
ada yang atas nama rakyat menindas rakyat 
ada yang atas nama kemanusiaan memangsa manusia 

ada yang atas nama keadilan meruntuhkan keadilan 
ada yang atas nama persatuan merusak persatuan 
ada yang atas nama perdamaian mengusik kedamaian 
ada yang atas nama kemerdekaan memasuk kemerdekaan 

maka atas nama apa saja atau siapa saja 
kirimkanlah laknat kalian 
atau atas nama Ku 
perangilah mereka !

Kau Beragama Neger Ini



Tuhan, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini

mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain

di negeri-negeri lain,

demi mendapatkan ridha Mu

mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka

untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu

mereka bahkan tega menyodok dan menikam

hamba-hamba Mu sendiri

demi memperoleh rahmat Mu

mereka memaafkan kesalahan

dan mendiamkan kemungkaran

bahkan mendukung kelaliman

untuk membuktikan keluhuran budi mereka

terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka



Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini

mereka terus membuatkan Mu rumah-rumah mewah

di antara gedung-gedung kota

hingga tengah-tengah sawah

dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang

untuk meneriakkan nama Mu

menambah segan dan keder hamba-hamba kecil Mu

yang ingin sowan kepada Mu

nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan

hingga pesta agung kenegaraan

mereka merasa begitu dekat dengan Mu

hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu

yang memiliki kelebihan harta membuktikan

kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan

yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan

kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan

yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan

kedekatannya dengan ilmu yang Engkau karuniakan

mereka yang Engkau anugerahi kekuatan

seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri

mereka bukan saja ikut menentukan ibadah

tapi juga menetapkan siapa ke sorga siapa ke neraka

mereka sakralkan pendapat mereka

dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan

hingga takbir dan ikrar mereka

yang kosong bagai perut bedug



Allahu Akbar Walillahil Hamd



rembang - menjelang idul adha 1418 / 1998

Rabu, 07 Desember 2011

Hakikat Ilmu

Bosan aku dengan wacana yang mengombar-ngombar
Bosan aku dengan diskus yang tak jelas
Hanya ingin merasa diakui
Hanya tahu dengan logika kepantasan

Berkicaulah bak seperti sang ahli
Bukankah pada hakikatnya Ilmu yang bermanfaat itu berguna bagi orang lain
Bukan sejauh mana pengetahuan yang dimiliki

Dimana ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk
Tong kosong nyaring bunyinya itulah yang pas
Lebih baik tahu sedikit tentang banyak dari pada tahu banyak tapi sedikit 

07;09. 11-06-2011
Ahmad Jamaludin

Penat Pekat

Penat melekat dalam pikiran
Pekat menyelimuti kegundahan
Erdinding keresahan
Yang mengkotakkan rasa

Dipandangnya jauh
Terbang dalam angan harapan
Apa daya langkah tertatih untuk melangkah

Jiwa beku terpaku dalam rencana
Raga kaku terdiam dalam keraguan
Jika mimpi adalah suatu awalan
Maka bangun adalah suatu gerakan


23;45 / 28-03-2011
Ahmad Jamaludin

Doa Untuk Diri

Terperangkapku dalam rencana besar
Terbelengguku dalam kestagnasian hidup
Bangunlah wahai semangat yang berkobar
Terbanglah cita yang terdiam
Larilah angan yang terjerat

Diammu bukan emas lagi
Ragumu bukan proses lagi

Sudah saatnya bangun dari mimpi
Sudah waktunya lari dari langkah
Hidup ini berjalan
Tak pantaskah untuk diam
Adalah suatu pilihan
Diam tertinggal dan terbunuh
Atau
Bergerak mengejar dan meraih


10;29 / 15-04-2011
Ahmad Jamaludin

Senin, 10 Oktober 2011

Tanpa Inspirasi



Pagi
Ku buka hari dengan kebingungan
Aku tulis
Temanku masih terlelap dalam tidurnya
Aku tulis
Hanya secangkir kopi yang temani
Aku tulis
Di iringi musik klasik
Aku tulis
Gemuruh suara mesin industry sebrang
Aku tulis
Walau tanpa inspirasi
Aku tetap tulis


06;35 / 11-06-2011
Ahmad Jamaludin

Menghadap Tuhan



Nafas terhenti, Jiwa pergi
Apa yang kan membuatmu lebih berarti
Ketika sang malaikat menanti

Siang malam sama gelap
Sang mentari pun tak mampu bersinar
Bumi ini luas tapi kita sempit
Apa yang kita punya tak berarti
Apa yang kita lakukan itulah yang berarti

Alam disini
Pilihan kita kemarin
Nikmat dan laknat
Juga pilihan kita kemarin
Kesenangan sesaat membutakan kita

Menghadap Tuhan
Apa yang akan kita katakan ??


Ahmad Jamaludin
09:21, 16-06-2011