Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Belajar Aksara Sunda

Aksara (=huruf) Sunda ini bukan Aksara Sunda Kuno, tetapi Aksara Sunda yang dipakai sekarang oleh masyarakat, walaupun sedikit..
aksara Sunda di atas adalah aksara Sunda pokok, yang setiap hurufnya mewakili satu konsonan. Di bawah ini huruf-huruf vokalnya.
Oke, sudah ada huruf konsonan dan vokal, lalu apa? Tentu saja tidak cukup, pada aksara Sunda ada juga yang dinamakan rarangkén, yaitu suatu rangkaian yang bisa dibubuhkan pada huruf-huruf konsonan di atas agar lebih bemakna. Ini bentuk-bentuk rarangkén-nya, beserta penjelasannya (saya sajikan dalam bentuk gambar, agar tidak merepotkan harus install ini-itu, maaf jika membuat lama ).




Nah. Sekarang, bagaimana cara memakainya?
Oke, kita coba dengan satu kalimat:
“Budi bermain bola, Ani memasak sayur.”
Kita coba ubah kalimat di atas dengan aksara Sunda dengan pendekatan langkah per langkah.
Langkah #1: kita identifikasi huruf-huruf konsonan dan vokal yang dibutuhkan (huruf sisipan -r-,-y-, dan -l- serta huruf akhiran -r, -ng, dan -h tidak dihitung)
“BuDi BerMaIN BoLa, ANi MeMaSaK SaYur.”
Bukan tulisan alay , huruf-huruf yang kapital adalah huruf-huruf yang dibutuhkan.
Langkah #2: ubah huruf-huruf tersebut menjadi huruf beraksara Sunda, seperti ini:


bada bamaina bala, ana mamasaka saya
Dan kalimat tersebut masih kalimat aneh
Langkah #3: masukkan rarangkén pengubah huruf vokal pada hasil yang didapat pada langkah #2, sehingga kalimat menjadi seperti ini:


budi bemaina bola, ani memasaka sayu
masih belum lengkap, tapi sudah hampir jadi..

Langkah #4: masukkan rarangkén penambah yang lain untuk melengkapi kalimat tersebut, sehingga menjadi:


budi bermain bola, ani memasak sayur
Selamat, anda telah membuat kalimat beraksara sunda!!
Sekarang untuk sedikit kuis, silahkan terjemahkan kalimat ini ke dalam bahasa Indonesia (ini dalam bahasa Sunda, tentu saja ) :




diambil dari pengantar kamus bahasa Sunda-Sunda
yang bisa menjawab dengan benar, akan mendapat senyuman manis dari saya
yu ah,,




Sumber
Uman Zone Wordpress

Kebudayaan dan Watak Sunda


Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat banyak dan indah. Budaya yang lahir dari kebiasaan dan adat setempat. Masyrakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata kemajemukan didalam masyarakat kita terlihat dalam beragamannya kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa, manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi Bangsa Indonesia.

Seperti bagi Kebudayaan Sunda, kebudayaan Sunda termasuk kebudayaan tertua. Kebudayaan Sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebudayaan Raja-raja Sunda. Ada beberapa watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup. Etos dan watak Sunda itu adalah Cageur, Bageur, Singer dan Pinter. Kebudayaan Sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi Bangsa Indonesia yang dalam perkembanganya perlu dilestarikan. Hampir semua masyarakat Sunda beragama Islam namun ada yang bukan beragama Islam, walaupun berbeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan ditunjukan untuk alam semesta.

Kebudayaan Sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan-kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, sering dikenal dengan masyarakat religius. Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam Pameo" Silih asih, silih asah dan silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri dan saling melindungi. Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kespoanan, rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yanh lebih kecil. Pada Budaya Sunda keseimbangan magis dipertahankan dengan cara upacara-upacara adat sedangkan keseimbngan sosial masyarakat Sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya.

Sunda merupakn masyarakat yang tinggal di wilayah barat Pulau Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke penjuru dunia. sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan Sunda di Indonesia yakni Kerajaan Salakanagara dan Kerajaan Tarumanagara. Bahkan menurut Stephen openheimer dalam bentuk bukunya berjudul SundaLand, Tatar Sunda/ Paparan Sunda (Sundaland) merupakan pusat peradaban di Dunia. Sejak dari awal hingga kini, budaya Sunda terbentuk sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun, modernisai dan masuknya budaya luar lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk etos dan watak Sunda.


Sumber
Harian Umum Radar Karawang
Selasa 5 Februari 2013

Sejarah Singkat Suku Sunda


Suku sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau jawa, Indonesia, yang merupakan wilayah administratif Jawa Barat, Banten, Jakarta dan Lampung. Suku sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,41 % penduduk orang Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang sunda beragama Islam, akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama kristen, Hindu dan Sunda Wiwitan/Jati Sunda. Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat Baduy di Lebak Banten yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai Suku Sunda.

 Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasanya dan budayanya. orang sunda dikenal memiliki sifat optimis, ramah, sopan dan riang. orang portugis mencatat dalam suma oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. karakter orang sunda yang periang dan suka bercanda seringkali ditampilkan melalui tokoh populer dalam cerita sunda yaitu KABAYAN dan populer dalam wayang golek yaitu Cepot, anaknya Semar. mereka bersifat riang, suka bercanda, dan banyak akal. tetapi sering kali nakal.

Disamping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan artis dari etnis sunda, yang memiliki prestasi ditingkat nasional, maupun menurut Rouffaer (1905:16) menyatakan bahwa kata Sunda berasal dari akar kata Sund atau kata Sunddha dalam bahasa Sansakerta yang mempunyai pengertian bersinar, terang, putih (Williams, 1872:1128, Eringga, 1949:289). Dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Bali pun terdapat kata Sunda, dengan pengertian: bersih, suci, murni, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada (Anandakusuma, 1986: 185-186: Mardiwarsito, 1990: 569-570; Winter 1928: 219). Orang Sunda meyakini bahwa etos atau karakter keSundaan, sebagai menuju keutamaan hidup. Karakter Sunda yang dimaksud adalah Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar), Singer (mawas diri), dan pinter (cerdas). Karakter ini telah dijalankan oleh masyarakat yang bermukim di Jawa bagian Barat sejak jaman Kerajaan-kerajaan Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Padjajaran, hingga sekarang.



Sumber
Harian Umum Radar Karawang
Selasa 19 Februari 2013

Selasa, 16 Oktober 2012

Sejarah Palmistri atau Membaca Garis Tangan


Ketertarikan manusia pada tangan sudah ada sejak zaman batu. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya cetakan telapak tangan di dalam gua yang terletak diatas batu, ayu dan gading pada zaman prasejarah oleh para ahli arkeologi.
Diketahui pula, bahwa orang Cina sudah menggunakan ramalan tangan sejak 5000 tahun yang lalu. Bahkan, Kaisar Cina menggunakan cap jari jempolnya untuk mengesahkan dokumen kerajaan pada masa itu. Begitupun dengan Julius Caesar (102-44 SM) yang bisa melihat seseorang dengan garis telapak tangannya. Tak hanya itu, di beberapa Negara palmistry kerap dijadikan tradisi dari kebudayaan kuno. Sebut saja India, Cina dan Mesir.
Palmistri merupakan suatu proses yang diyakini dapat menceritakan karakter, kesehatan dan nasib seseorang melalui lipatan, bentuk, ukuran dan garis di telapak tangan. Pada dasarnya, palmistry dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut :
1.      Chirognomy
Kemampuan untuk mempelajari sifat dan karakteristik seseorang melalui bentuk tangan.
2.      Chiromancy
Kemampuan untuk mempelajari hal-hal baik dan buruk dalam diri seseorang melalui warna dan garis-garis ditelapak tangan.
3.      Dermatologi
Ilmu pengetahuan yang mempelajari pola jari tangan (sidik jari). Hasilnya tidak memberitahukan masa depan seseorang tapi lebih pada potensi diri, misalnya gaya belajar, kecerdasan, aspek psikologi, bakat dan kecenderungan karakter. Berbeda dengan garis tangan , garis di sidik jari tidak akan berubah. Artinya, sidik jari seorang anak merupak cetak biru generasi orang tuanya.

Ketika dilahirkan, setiap orang membawa bakat masing-masing. Bakat atau potensi terpendam ternyata dapat dilihat dengan sidik jari. Sidik jari ini mulai terbentuk ketika masih menjadi janin berumur 21 minggu. Dengan mengetahui potensi sejak dini, diharapkan orang tua dapat memberikan dan mengarahkan pendidikan anak dengan lebih baik. Sebab, orang tua diyakini lebih memahami bakat dan kelemahan si anak.
Saat ini, kemampuan membaca garis tangan bukan hanya untuk orang yang memiliki ilmu supranatural, melainkan semua orang pun bisa mempelajarinya. Pada dasarnya, ilmu ini bisa dipelajari secara otodidak, misalnya melalui buku. Sebab, palmistry yang dimaksud disini adalah perpaduan antara seni dan ketajaman intuisi. Dengan memiliki kemampuan tersebut, seseorang sedikit banyak dapat mengetahui karakter, kesehatan, karier dan kehidupan asmara seseorang.
Garis tangan setiap orang berbeda-beda. Garis tersebut bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung apa yang sedang dipikirkan.
Perubahan garis sangat cepat terjadi pada umur 0-18 tahun. Perubahan semakin lambat terjadi pada umur 18-35 tahun. Kemudian, perubahan akan semakin lambat jika seseorang sudah berumur 35 tahun ke atas. Semakin bertambahnya usia, otomatis beban pikiran akan bertambah pula. Intinya, perubahan yang terlihat digaris tangan ditentukan oleh keadaan pikiran. Bisa jadi hari garis tangan berubah lebih tebal, lebih panjang atau justru timbul garis baru.




Ahmad Jamaludin
21:18, 13/10/2012

Jumat, 30 Maret 2012

ILMU ALAMIAH DASAR


Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A.    MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK
Ciri-ciri manusia
a.       Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya
b.      Mengadakan metabolisme atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)
c.       Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar
d.      Memiliki potensi untuk berkembang biak
e.       Tumbuh dan bergerak
f.       Berinteraksi dengan lingkungannnya
g.      Sampai pada saatnya mengalami kematiian

Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan  teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia.

B.     KURIOSITAS ATAU RASA INGIN TAHU DAN AKAL BUDI
Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan tetapi ia mempunyai akal budi yang terus berkembang serta rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan.
Sesuatu masalah yang telah dapat dipecahkan maka akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia setelah tahu apanya maka ingin tahu bagimana dan mengapa.
Contoh : tempat tinggal manusia purba sampai manusia modern, contoh lain seperti penyakit setelah ditemukan obat suatu penyakit ada penyakit lain lagi yang dicoba untuk dicari obatnya (HIV AIDS)

C.     PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA
Manusia yang mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan. Pada manusia kuno untuk memuaskan mereka menjawab sendiri. Misalnya kenapa ada pelangi mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang  bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.

Puncak pemikiran mitos  adalah pada zaman Babilonia  yati kira-kira 700-600 SM. Orang Babilonia berpendapat  bahwa alam semesta  itu sebagai ruangan setengah bola dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dan bintang-bintang sebagai atapnya. Namun yang menakjubkan mereka telah mengenal bidang ekleptika sebagai bidang edar matahari dan menetapkan perhitungan  satu tahun yaitu satu kali matahari beredar ketempat semula, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babilonia setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos pengetahuan semacam ini disebut Pseudo science (sains palsu)
Tokoh-tokoh Yunani dan lainnya yang memberikan sumbangan perubahan pemikiran pada waktu itu adalah :
a.       Anaximander, langit yang kita lihat adalah setengah saja, langit dan isinya beredar mengelilingi bumi ia juga mengajarkan membuat jam dengan tongkat.
b.      Anaximenes, (560-520) mengatakan unsur-unsur pembentukan semua benda adalah air, seperti pendapat Thales. Air merupakan salah satu bentuk benda bila merenggang menjadi api dan bila memadat menjadi tanah.
c.       Herakleitos, (560-470) pengkoreksi pendapat Anaximenes,  justru apilah yang menyebabkan transmutasi, tanpa ada api benda-benda akan seperti apa adanya.
d.      Pythagoras (500 SM) mengatakan unsur semua benda adalah empat : yaitu tanah, api, udara dan air. Ia juga mengungkapkan dalil Pythagoras  C2 = A2 + B2, sehubungan dengan alam semesta ia mengatakan bahwa bumi adalah bulat dan seolah-olah benda lain mengitari bumi termasuk matahari.
e.       Demokritos (460-370) bila benda dibagi terus, maka pada suatu saat akan sampai pada bagian terkecil  yang disebut  Atomos atau atom, istilah atom tetap dipakai sampai saat ini namun ada perubahan konsep.
f.       Empedokles (480-430 SM) menyempurnakan pendapat Pythagoras, ia memperkenalkan tentang tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan data tolak-menolak. Kedua tenaga ini dapat mempersatukan atau memisahkan unsur-unsur.
g.      Plato (427-345) yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang sebelumnya, ia mengatakan bahwa keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immatrial. Seperti serangga yang beranekaragam itu merupakan duplikat  yang tidak sempurna, yang benar adalah idea serangga.
h.      Aristoteles merupakan ahli pikir, ia membuat intisari dari ajaran orang sebelumnya ia membuang ajaran yang tidak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri. Ia mengajarkan unsur dasar alam yang disebut Hule. Zat ini tergantung kondisi sehingga dapat berwujud tanah, air, udara atau api. Terjadi transmutasi disebabkan oleh kondisi, dingin, lembah, panas dan kering. Dalam kondisi lembab hule akan berwujud sebagai api, sedang dalam kondisi kering ia berwujud tanah. Ia juga mengajarkan bahwa tidak ada ruang yang hampa, jika ruang itu tidak terisi suatu benda maka ruang itu diisi oleh ether. Aristoteles juga mengajarkan tentang klasifikasi hewan yang ada dimuka bumi ini.
i.        Ptolomeus (127-151) SM, mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya (geosentris), berbentuk bulat  diam seimbang tanpa tiang penyangga.
j.        Avicenna (ibn-Shina abad 11), merupakan ahli dibidang kedokteran, selain itu ahli lain dari dunia Islam yaitu Al-Biruni  seorang ahli ilmu pengetahuan asli dan komtemporer. Pada abab 9-11 ilmu pengetahuan dan filasafat Yunani banyak yang diterjemahkan dan dikembangkan dalam bahasa Arab. Kebudayaan Arab berkembang menjadi kebudayaan Internasional.


D.    LAHIRNYA ILMU ALAMIAH
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi  berikutnya. Pertambahan pengetahuan  didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)

E.     KRETERIA ILMIAH
Pengetahuan masuk kategori Ilmu Pengetahuan, bila kriteria berikut dipenuhi yakni : teratur, sistemastis, berobyek, bermetoda dan berlaku secara universal.
Contoh: 1. logam yang dipanasi memuai, dimana saja tempatnya sama
  2. Grafitasi Bumi.

F.      METODE ILMIAH DAN IMPLEMENTASINYA
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat  sebagai berikut :
1.      Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2.      Masalah dan problema,  menemukan masalah dengan kata lain adalah  dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3.      Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4.      Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
5.      Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu. Maka disusun teori. Dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk (terkait dengan teori pencahayaa

G.    KETERBATASAN ILMU ALAMIAH
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya.  Contoh penemuan mesiu atau bom atom.

H.    FILSAFAT ILMU ALAMIAH
Yang menjadi objek I. A adalah semua materi dalam alam semesta ini. I.A. meneliti sumber alam yang mengaturnya. Pertanyaan tentang siapa yang mengatur alam ini merupakan pertanyaan filsafat. Untuk itu ada 3 pandangan tentang filsafat ilmu alamiah.
Vitalisme, merupakan suatu doktrin  yang menyatakan adanya  kekuatan diluar   alam.  Kekuatan itu melikiki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di Alam semesta ini. (misalnya Tuhan). pendapat ini ditantang oleh beberapa orang lain karena dalam ilmu alamiah dikatakan bahwa segala sesuatunya harus dapat dianalisis secaras eksperimen. Atau harus cocok dengan metode ilmiah.
Mekanisme, penyebab segala gerakan di alam semesta ini dikarenakan hukum alam (misalnya fisika atau kimia). Faham ini menganggap bahwa gejala pada mahluk hidup secara otomatis terjadi hanya berdasar peristiwa fisika –kimia belaka. Pandangan ini menyamakan gejala pada mahluk hidup dengan gejala benda tidak hidup sehingga perbedaan hikiki tidak ada. Dengan begitu dapat menghayutkan manusia ke pandangan materialisme yang selanjutnya kepada Atheisme.
Agnotisme, untuk menghindari pertentangan  vitalisme dan mekanisme maka aliran ini timbul, dimana aliran ini melepaskan atau tidak memperhatikan sisi dari sang pencipta. Mereka yang mengkuti aliran ini, hanya mempelajari gejala-gejala alam saja, aliran ini banyak dianut oleh ilmuwan Barat.
Filsafat Pancasila, paham yang menjembatani  dari 2 aliran yang menyatakan bahwa alam dan hukumnya terjadi karena ciptaan tuhan dan proses selanjutnya menurut filsafat mekanisme (hukum alam). Hukum alam adalah itu adalah sama dengan hukum Tuhan.Dapat dilihat dari kehidupan makhluk hidup dari awal sampai akhir.

I.       BAHASA ILMU ALAMIAH
Adalah bahasa kesatuan yang utuh sebagai bentuk bahasa ilmu alamiah merupakan bahasa universal. Contoh : Air (Indonesia), Water(Inggris) bahasa ilmiahnya H2O

J.       KETERBATASAN INDERA MANUSIA
Berdasarkan penelitian terhadap indera, manusia mempunyai kisaran (range) batas yang sangat terbatas
Penglihatan, terutama terhadap cepat atau lambatnya benda bergerak (riak air atau kecepatan cahaya, atau penglihatan kita sewaktu naik kereta api yang disampingnya terdapat pohon.
Pendengaran, manusia mempunyai kemampuan pendengaran dengan kisaran frekuensinya range 30 - 30.000 Hertz
Pengecapan dan pembauan, manusia selain mempunyai kemampuan tersebut juga mempunyai keterbatasan pembauan dan pengecapan terhadap benda yang ada dialam.
Indra kulit, manusia mampu  membedakan antara panas dan dingin secara kasar, namun manusia mempunyai keterbatasan sehingga penginderaan sering menimbulkan salah kesan dan  informasi, seperti perpindahan seseorang dari ruang panas ke dingin dibanding dengan orang yang berada diruangan yang tidak begitu panas.
K.    PENINGKATAN DAYA PENGINDERAAN
Peningkatan daya indra dapat dilakukan sehingga diperoleh hasil yang tepat dapat dilakukan dengan :
1.      Latihan, contoh pengindraan tentang bau dan bunyi (kualitas minuman anggur, teh, alat musik)
2.      Peningkatan Kewaspadaan, tingkat kewaspadaan sangat dipengaruhi oleh minat yang  menyebabkan kesimpulan berbeda, dapat dilihat pendapat beberapa orang tentang satu etalase atau laporan dari kecelakaan dari beberapa orang.
3.       Kalibrasi Instrumen (peneraan adalah membandingkan instrumen dengan  standar yang ada.
4.      Pengecekan, merupakan hal yang baik untuk menghindari kekeliruan.
5.      Eksperimen, penginderaan dalam kondisi yang dikontrol dengan eksperimen kita mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi terhadap suatu perubahan.
6.      Penginderaan yang meliputi analisis dan sentesis, pengamatan terhadap bagian-bagian atau pengamatan secara keseluruhan.
7.      Instrumen baru, bisa melakukan pengindraan baru. Seperti lie detector, Teleskop, satelit dll.
8.      Pengukuran, merupakan ketrampilan tersendiri contoh dalam pembuatan mesin atau arsitektur.

L.     PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN
Berdasarkan beberapa argumentasi ilmu pengetahuan dibedakan atas :
a.       Ilmu Pengetahuan Sosial, yakni membahas hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial, yang selanjutnya  dibagi atas :
1.      Psikologi, yang mepelajari proses mental dan tingkah laku
2.      Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan
3.      Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan dan tingkah laku sosial
4.      Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya
5.      Sejarah,  pencatatan peristiwa-persitiwa  yang telah terjadi pada suatu bangsa. Negara atau individu
6.      Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang produksi,  pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara atau perusahaan.
7.      Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.


b.      Ilmu Pengetahuan Alam , yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:
1.      Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang bersifat sementara. Seperti : bunyi cahaya, gelombang magnet, teknik kelistrikan, teknik nuklir
2.      Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan materi dan perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi kimia organik (protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat diciptakan seperti plastik, bahan peledak..\..\..\..\..\tv\film-film\Unsur Kimia.mpg
3.      Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
Ø  Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
Ø  Zoologi ilmu yang mempelajrai tentang hewan
Ø  Morfologi ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup
Ø  Anatomi suatu studi tentang struktur dalam  atau bentuk dalam mahkhluk hidup
Ø  Fisiologi studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh  makhluk hidup
Ø  Sitologi ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam
Ø  Histologi studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan sel sejenis
c.       Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
Studi tentang bumi sebagai salah satu anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.
1.      Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang bahasannya meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini  petrologi (batu-batuan), vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral)
2.      Astronomi, membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta yang meliputi bintang, planet, satelit da lain-lainnya. Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu..\..\..\..\My ebook\harun yahya\Presentasi\Presentasi_harunyahya_eng\EARTH