Jumat, 04 Januari 2013

Di Negeri Amplop


Di negeri amplop 
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya…malu
Samson tersipu-sipu rambut keramatnya ditutupi topi…rapi rapi
David coperfil dan Rudini bersembunyi rendah diri
Entah Mabi Musa mau datang membawa tongkatnya

Amplop-amplop mengatur secara teratur hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang telah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa

Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati

Di negeri amplop 
Amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja

Negeri Hahahihi


Bukan karena grup lawak negeriku selalu kocak
Justru grup-grup lawak hanya menggaanggu dan bikin muak
Negeriku lucu dan para pemimpinnya suka mengocok perut

Banyak yang pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang pamer keberanian dengan kebodohan yang mengharukan
Banyak yang pamer kekerdilan dengan teriakan yang memilukan
Banyak yang pamer kepengucutan dengan lagak yang memuakan

Hahahaha….
Penegak keadilan jalannya miring
Penuntut keadelan kepalanya pusing
Hakim main mata dengan maling
Wakil rakyat baunya pesing
Hihihiii…

Kalian jual janji-janji untuk menebus kepentingan sendiri
Kalian hapal pepatah-petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih
Pepatah-petitih…

Anjing menggonggong kafilah berlalu
Sambil menggonggong kalian terus berlalu…hahahaha
Ada udang dibalik batu
Ada udang kepalanya batu…hahahaha
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui
Sekali dayung dua tiga pulau terbeli…hahahaha
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Kalian mati meninggalkan hutang….hahahha
Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri
Lebih baik…yokk hujan-hujanan caci maki…
Hihihihi…..

ASAL MUASAL BULAN MASEHI


1. Januari, dahulu namanya Januarius; berasal dari kata Janus (malaikat bermuka dua penjaga gerbang Roma)
2. Februari, dahulu namanya Februarius; berasal dari kata Februa (hari pembersihan)
3. Maret, dahulu namanya adalah Martius; berasal dari kata Mars (dewa perang)
4. April, dahulu namanya adalah Aprilis; berasal dari kata Apru (Dewa Asmara bangsa Etruscan)
5. Mei, dahulu namanya adalah Maiusl berasal dari kata Maia (Saudara tertua Atlas; kebudayaan Yunani)
6. Juni, dahulu namanya adalah Junius; berasal dari kata Juno, isteri Jupiter
7. Juli, namanya adalah Quintilis; kemudian diganti jadi Julius setelah raja Julius Caesar (100-44 BCE, BCE= Before Common Era atau sebelum Masehi (SM).
8. Agustus, dahulu namanya adalah Sextilis (bulan ke-6), kemudian diganti menjadi Augustus (63 BCE 14 Sebelum Masehi)
9. September, dahulupun namanya September (bulan ke-7)
10. Oktober, berasal dari kata yang sama, Oktober (bulan ke-8)
11. Nopember, berasal dari kata yang sama, Nopember (bulan ke-9).
12. Desember, berasal dari kata yang sama, desember (bulan ke-10)

Sistem kalender masehi sangat berhubungan dengan sejarah romawi, terutama dalam hal penamaan bulan-bulannya, berdasarkan informasi dari legenda kerajaan romawi, kerajaan ini didirikan oleh raja Romulus pada tanggal 21 April 753 BCE. disaat itu, kalender romawi hanya 10 bulan, dimulai bulan Maret dan diakhiri bulan Desember. sedangkan terdapat 2 bulan tanpa nama (musim dingin). Raja berikutnya, Numa Pompilius memindahkan Januari dan Februari. (sumber @BnidicTambajong)

ANGKA & KATA


1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

Kurang hebat ?
Sekarang lihat ini :

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

( artinya, Cinta & Kasih Sayank ALLAH melampaui Segalanya...)

Kamis, 03 Januari 2013

Keraton Kasepuhan Cirebon




Keraton Kasepuhan Cirebon

Salah satu dari beberapa tempat yang ingin aku kunjungi di Indonesia yaitu tempat-tempat yang menampilkan kebudayaan setempat juga masih menjunjung nilai-nilai kearifan local adalah Keraton Kaepuhan Cirebon.
Tanggal 25 Desember 2012 bertepatan dengan Hari Raya Natal bagi umat Nasrani. Sehabis pulang dari acara LAKMUD (Latihan Kader Muda) IPNU yang bertepat di Majalengka, saya berantusias untuk mampir ke Cirebon sebelum pulang ke Karawang. Lokasi acara Lakmud nya pun yaitu di Jatiwangi Majalengka, kebetulan dekat ke Cirebon juga arah pulang saya pulang.

Dari sana saya naik mobil Helf arah Terminal Hajar Mukti Kota Cirebon harga ongkosnya cukup Rp 20.000 untuk 2 orang. Dari Terminal kita bisa naik Angkot untuk ke Keraton, tapi waktu itu saya memilih naik becak. Kenapa ? karena saya ingin sekalian merasakan udara & kesejukan Kota Cirebon yang kebetulan cuacanya sedang mendung waktu itu juga melihat sambil mengamati apa-apa saja yang dilalui. Tarif becak dari Terminal ke Keraton itu Rp 15.000 untuk 2 orang, tak apalah jarak dari Terminal ke Keraton itu cukup jauh & tenaga becaknya pun memakai tenaga manusia.

Sesampainya di Keraton kita akan disuguhi dengan model-model bangunan yang kita sering lihat di Film-film Kolosal Indonesia, bentuk bangunan yang sangat indah menurut saya karena teksturnya yang memegang kebudayaan juga selalu memiliki filosopi dan pesan tersendiri dari setiap ornament yang ada.
Harga untuk masuk Keraton itu Rp 5.000/orang. 

Sesampainya di dalam Keraton maka kita akan ditemani Pemandu atau Abdi Dalem Keraton untuk menjelaskan dari tiap-tiap tempat maupun situs yang ada.
Banyak yang akan kita temui disini, bagaimana kehidupan ala Keraton juga Proses Prosedural untuk bertemu dengan Sultan. Di tempat ini juga terdapat berbagai benda-benda keramat, Kerta Kencana Kasepuhan, peralatan yang tempo dulu digunakan yang sekarang di museumkan dan masih banyak objek-objek yang lainnya.

Lukisan Prabu Siliwangi
Dalam Aula Kasepuhan Keraton, terdapat lukisan Prabu Siliwangi. Ini yang membuat saya terheran, WAHHH…atau harus bilang WOOOWWW,, ketika melihat lukisan Prabu Siliwangi. 
Menurut Pemandu, bahwa lukisan Prabu Siliwangi ini adalah lukisan mistis yang di lukis oleh (maaf namanya saya lupa) dalam lukisan, ada beberapa keanehan kalau dilihat dengan seksama.  
Pertama, kalau dilihat dari depan Lukisan Prabu Siliwangi ini terlihat gemuk dan pendek, namun jika dilihat di samping maka akan terlihat tinggi dan gagah.  
Kedua, kemapun kita melangkah sorot matanya selalu melihat kearah kita.  
Ketiga, buat anda yang punya kekuatan supranatural mungkin anda bisa berkomunikasi dengan beliau dengan melihat lukisannya.

Ohhh..iyaa…jangan lupa menyiapkan uang untuk setip tempat yang kita kunjungi untuk sumbangan perawatan dan Abdi Dalem Keraton. Karena menurut yang saya dengar, Abdi Dalem itu dapat gaji Rp 4.000/Hari. Entah benar atau salah pendapatannya segitu, yang jelas para Abdi Dalem ini bukan melihat materi untuk mengabdi di Keraton tapi ada sesuatu yang lebih dari sebuah materi melainkan rasa cinta kepada kelurga Sultan juga apapun  ituh.

Jalan-jalan saya di Keraton cukup terhenti oleh hujan yang sangat deras dan cukup menggenangi di sejumlah titik di Keraton baik dalam maupun luar.
Kurang lebih ½ jam saya keliling Keraton dan sangat memberi saya inspirasi, pengetahuan sejarah juga nilai-nilai luhur yang tersimpan didalamnya.
Terhitung sore yang selalu bergerak menjadi malam, maka saya pun lekas pulang.















Singgasana Sultan Cirebon



Kereta Kencana Kesultanan

Menuju Sumur Keraton



Pohon Tua dan memiliki wangi yang khas



Ahmad Jamaludin
21:05, 28/12/12 

Kamis, 13 Desember 2012

Arti Kata Poltik


Seorang murid Sekolah Dasar medapat pekerjaan rumah dari gurunya, untuk menjelaskan arti kata politik. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya epada ayahnya.

Sang ayah yang menginginkan sang anak berfikir kreatif, kemudian memberikan penjelasan.

“baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan . misalkan ayahmu adalah yang bekerja untuk menghidupi keluarga, maka kita sebagai investor. Ibumu adalah pengatur keuangan maka kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, kita menyebutnya rakyat. Pembantu, kita masukkan dia dalam kelas pekerja. Adikmu yang masih balita kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkanlah hal itu, dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahamai”.
Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya.

Pada tengah malam, anak itu terbangun dan mendengar adik bayinya menangis. Ia lihat adik bayinya ngompol. Lalu ia menuju ke kamar orang tuanya, dan melihat ibunya sedang tidur nyenyak.

Karena ia tidak ingin membangunkan ibunya, ia pergi ke tempat tidur pembantu. Karena pintunya terkunci kemudian ia mengintip melalui lubang kunci, dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya. Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidurnya.

Sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti kata politik. Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya, dan menulis pada buku tugasnya.

“POLITIK adalah hal dimana para investor meniduri kelas pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap. Rakyat diabaikan dan masa depan berada dalam posisi yang sangat menyedihkan”.

Senin, 19 November 2012

Kangen


Biarkan riak hujan ini berdenting
Agar mengisi sunyinya kalbu
Biarkan dingin ini menyelimuti
Agar hangat terasa di jiwa

Ketika kesendirian dirasa hampa
Ketika kesepian berdiam di hati
Maka diri bertanya
Kepada siapa lagikah aku harus beradu ?

Rindu ini tak kunjung usai
Tak bosan pula diri menanti
Sosok anggun nan indah yang hilang

Hanya mampu bertulis
Tanpa mampu bertutur kata
Dan ku harap kamu mengerti dan tahu
Bahwa
AKU SANGAT RINDU KAMU




Ahmad Jamaludin
15:14, 15 Nopember 2012

Keliling Nusantara


Berkeliling Nusantara adalah impianku

Dan ini bukan hanya sekedar impian semata melainkan impian yang harus saya capai.

Kenapa harus berkeliling Nusantara ?

Dalam diri saya selalu ingin tahu, apapun itu. Apalagi impian ini bukan hanya sekedar ingin tahu saja tapi juga ingin melihat, menikmati rangkaian keindahan alam syurga dunia yang bernama Indonesia. Bukan keindahan alam saja tapi dari budaya yang begitu banyak dari setiap tempat, adat istiadat dan masih banyak fenomena yang tersimpan di alam yang bernama Indonesia ini.

Saya ingin ke Bandung, Yogyakarta, Solo, Bali, Papua dan masih banyak tempat yang saya ingin jamahi. Tempat yang masih memelihara juga menjaga kebudayaan dan adat istiadat di tengah gempuran globalisasi & modernisasi yang mengikis rasa Cinta Tanah Air.
Impian ini saya tanam dalam diri

Tulisan ini saya posting dalam Blog

Untuk mengingatkan saya untuk mengunjungi tempat-tempat eksotik tadi.

Pulau Raja Ampat Papua

Bandung

Keraton Solo

Bali

Keraton Jogjakarta





Ahmad Jamaludin
20:59, 15 November 2012