Jumat, 12 Oktober 2012

Let's Go Moving


Malam ini tanggal 5, 5 hari lagi menjelang sidang untuk menentukan judul skripsi. 
Banyak yang harus dibenahi untuk bisa lolos secara administratif mengikuti sidang permasalahan tersebut. Dari mulai KHS yang belum saya ambil dari semester 1 sampai semester 6 dan yang paling parah yaitu uang bayaran yang selalu kepake, eahh..total semua Rp 1.700.000 ; inilah penyakit yang susah saya sembuhkan, kejadian ini sudah sering terjadi dari semasa SMA sampai sekarang. Mudah-mudahan kalau nanti menjadi pejabat penyakit ini tidak terjadi alias Korupsi....AMIIIN

Hhmmppp...ini adalah tebing yang harus didaki untuk sampai puncak & melihat keindahan diatas puncak, jangan sampai kita hanya membayangkan betapa sulitnya pendakian itu lalu terdiam lama memikirkan cara naik namun hanya diam, diam & diam tanpa berusaha. 
Seperti kata Dewi Lestari “Dee” dalam buku Filosopi Kopi nya ; Hidup Mengikis siapa saja yang memilih diam, kamu tidak terkecuali”. Saya tidak ingin terkikis oleh dinamika kehidupan, saya harus terus bergerak, bergerak & bergerak.

Rezeki & kesempatan itu ada namun berdiam, kitalah yang harus bergerak dan meraih.



Ahmad Jamaludin
21:00,  05/10/2012

Me and My Parents


Untuk usia sampai saat ini, mungkin inilah beban pikul hidup yang terasa berat & letih.
Melihat orang tua yang terus bekerja membanting tulang siang dan malam hanya untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. 

Mereka seakan tidak mengenal kata letih, capek, lelah atau yang lainnya.
Semua ini hanya untuk anak-anaknya……..demi cita-cita anaknya.
Melihatnya juga mendengar desahan nafasnya pun yang terdengar letih, terasa semua lelah, capek akan bekerjanya.

AKU mungkin atau pastinya adalah ANAK YANG TAK TAHU TERIMA KASIH ATAS JASA, PENGORBANAN ORANG TUA YANG SELAMA INI TELAH MEMBESARKAN DAN MERAWAT SEKETIKA KECIL SAMPAI SAAT INI.
CURAHAN KASIH SAYANGNYA TERBALAS AKAN KEBOHONGAN-KEBOHONGAN ATAS KEBODOHAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH ANAKNYA SENDIRI.
Padahal meraka itu cukup letih, sakit ketika kakakku yang Ke-2 menjajaki masa BADUNGnya…tak khayal aku sering melihat orang tuaku menangis sampai pergi dari rumah untuk menenangkan diri dari kelakuan anaknya sendiri, yaitu kakakku. Suasana rumah yang tiap hari terasa panas akan emosi, gelap akan hati dan sepi sunyi akan canda tawa senyum. 

Waktu itu usiaku sekitar 11-13 tahun, seorang bocah yang menyaksikan segala kelamnya kehidupan keluarga. Aku hanya bisa diam, melihat air mata ibunda yang mengalir & termenung akan semua itu. Aku bocah yang dibesarkan dari kekelaman itu. Bocah yang tak tahu canda tawa keluarga, bocah yang diperdengarkan suara-suara gelas pecah dan suara teriakan kekesalan sang ayah.
Inilah KEBODOHANKU yang tak bisa belajar akan masa lalu.

Inilah tulisan yang aku berani & kuatkan untuk ku utarakan tentang orang tua, sebelumnya aku tak kuat untuk membahas atau membicarakan tentang orang tua karena sesungguhnya aku tak mampu akan itu, tak mampu mengenang.




Ahmad Jamaludin
21:34, 4/10/2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Mahasiswa masihkah suaramu suci ?

Suara mahasiswa suara rakyat, aspirasi mahasiswa adalah aspirasi rakyat dan aksi mahasiswa adalah aksi untuk rakyat.

Apakah statement itu masih berlaku untuk saat ini ?
Ketika peng-atasnamaan rakyat menjadi sebuah cara untuk menjadi alat kepentingan.
Kita mahasiswa sudah terkontaminasi wacana intervensi oleh senior-senior yang telah bergelut dengan kepentingan.

Kepentingan apa ? 

Membuat issue untuk menguntungkan atau menghakimi kelompok tertentu ? proyek terselubungkah ? menjadi tangan kepanjangan partai ? Menunjukan eksistensi organisasi ?

Lantas masih bisakah kita bicara ke-Idealisan ketika suara sudah berbalut kepentingan ?
Dan apa yang mahasiswa saat ini perjuangkan ?

Lantas untuk apa peng-Kaderan yang dilakukan, jika kita menciptakan penerusan paradigma kemunafikan untuk junior-junior yang akan menCap dirinya sebagai mahasiswa?

Mobilisasi massa ? 

Secara mikro kita berbicara estapet pengkaderan organisasi, namun secara makro kita berbicara mahasiswa Indonesia kelak, mahasiswa yang akan menjadi agent of change. 

Pertanyaan yang paling mendasar adalah bagaimana jika orang-orang yang disebut agent of change ini menjabat ?

Korupsi ? Kolusi  ? Nepotisme ? Konspirasi ?

Dan ketika mereka berada di ranah ini, masihkah ke-Idealisasian menjadi pola pikir dasar untuk bertindak atau kepentingan dan mempertahankan jabatankah yang mendominasi dalam pikiran.

Masih adakah suara-suara suci itu, dalam bingkaian demokrasi yang sudah tidak perawan ini lagi…….




Ahmad Jamaludin
20:25, 23/Agustus/2012


Sabtu, 16 Juni 2012

Curhatan Binatang Urban


Akhir-akhir ini kita sering dengar berita berita tentang hewan yang datang ke pemukiman masyarakat dari mulai Tomcat sampai Gajah. Tak khayal banyak warga yang resah karenanya, banyak yang mengusir hewan tersebut dan banyak pula mereka yang dibunuh karena ditakutkan menyerang dan membahayakan warga.
Hal seperti ini miris dan lepas dari logika saya. Kita tahu hewan cuma punya insting dan naluri tuk bertahan hidup dan mencari makan, sedangkan manusia punya akal tuk berfikir. Hewan mencari habitat baru ketika habitat yang mereka diami terkena bencana alam, persediaan makanannya habis atau habitatnya rusak maupun dirusak.
Kita ambil contoh Tomcat dan Gajah, serangan tomcat  yang di Apartemen East Coast di Surabaya itu adalah salah satu contoh real, hutan mangrove salah satu habitat Tomcat yang berada di sekitar Apartement East Coast dilaporkan sudah rusak. Kemudian Gajah, habitatnya di lahan Taman Nasional Way Kambas di laporkan juga sudah rusak dan menipisnya persediaan makanan membuat para kawanan gajah ini masuk merangsek ke kawasan pemukiman penduduk dan memakan tanaman jagung dan padi milik petani. Ada pula Orang Utan yang keberadaannya kini kian mengkhawatirkan baik oleh pemburuan liar untuk diambil organ tubuhnya yang dipercaya sebagai obat dan pembunuhan karena dianggap sebagai hama perkebunan.
Sadari atau tidak, hidup ini adalah sebuah sistem, ketika satu subsistem terganggu atau tidak pada mestinya maka itu akan memberi perubahan pada subsistem yang lain. 






 
Inilah sebagian selintingan curhatan dari para binatangagar alam, hutan, laut juga habitat-habitat hewan yang ada agar dapat terjaga juga serasi dan harmonis dengan seluruh makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini.
MARI BERSAMA JAGA & LESTARIKAN ALAM JUGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM MAKHLUK HIDUP.
“Kecil yang kita lakukan sekarang namun besar kelak dimasa mendatang”.



Ahmad Jamaludin
20:43, 05/04/12

Selasa, 17 April 2012

H Agus Salim


Agus Salim lahir dengan nama Mashudul Haq yang berarti "pembela kebenaran". Dia Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884. Dia menjadi anak keempat Sultan Moehammad Salim, seorang jaksa di sebuah pengadilan negeri. Karena kedudukan ayahnya Agus Salim bisa belajar di sekolah-sekolah Belanda dengan lancar, selain karena dia anak yang cerdas. Dalam usia muda, dia telah menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing; Belanda, Inggris, Arab, Turki, Perancis, Jepang, dan Jerman. Pada 1903 dia lulus HBS (Hogere Burger School) atau sekolah menengah atas 5 tahun pada usia 19 tahun dengan predikat lulusan terbaik di tiga kota, yakni Surabaya, Semarang, dan Jakarta.

Karena itu, Agus Salim berharap pemerintah mau mengabulkan permohonan beasiswanya untuk melanjutkan sekolah kedokteran di Belanda. Tapi, permohonan itu ternyata ditolak. Dia patah arang. Tapi, kecerdasannya menarik perhatian Kartini, anak Bupati Jepara. Sebuah cuplikan dari surat Kartini ke Ny. Abendanon, istri pejabat yang menentukan pemberian beasiswa pemerintah pada Kartini: “Kami tertarik sekali kepada seorang anak muda, kami ingin melihat dia dikarunia bahagia. Anak muda itu namanya Salim, dia anak Sumatera asal Riau, yang dalam tahun ini, mengikuti ujian penghabisan sekolah menengah HBS, dan ia keluar sebagai juara. Juara pertama dari ketiga-tiga HBS! Anak muda itu ingin sekali pergi ke Negeri Belanda untuk belajar menjadi dokter. Sayang sekali, keadaan keuangannya tidak memungkinkan.”

Lalu, Kartini merekomendasikan Agus Salim untuk menggantikan dirinya berangkat ke Belanda, karena pernikahannya dan adat Jawa yang tak memungkinkan seorang puteri bersekolah tinggi. Caranya dengan mengalihkan beasiswa sebesar 4.800 gulden dari pemerintah ke Agus Salim. Pemerintah akhirnya setuju. Tapi, Agus Salim menolak. Dia beranggapan pemberian itu karena usul orang lain, bukan karena penghargaan atas kecerdasan dan jerih payahnya. Salim tersinggung dengan sikap pemerintah yang diskriminatif. Apakah karena Kartini berasal dari keluarga bangsawan Jawa yang memiliki hubungan baik dan erat dengan pejabat dan tokoh pemerintah sehingga Kartini mudah memperoleh beasiswa?

Biografi Haji Agus Salim
Belakangan, Agus Salim memilih berangkat ke Jedah, Arab Saudi, untuk bekerja sebagai penerjemah di konsulat Belanda di kota itu antara 1906-1911. Di sana, dia memperdalam ilmu agama Islam pada Syech Ahmad Khatib, imam Masjidil Haram yang juga pamannya, serta mempelajari diplomasi. Sepulang dari Jedah, dia mendirikan sekolah HIS (Hollandsche Inlandsche School), dan kemudian masuk dunia pergerakan nasional. Karir politik Agus Salim berawal di SI, bergabung dengan HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis pada 915. Ketika kedua tokoh itu mengundurkan diri dari Volksraad sebagai wakil SI akibat kekecewaan mereka terhadap pemerintah Belanda, Agus Salim menggantikan mereka selama empat tahun (1921-1924) di lembaga itu. Tapi, sebagaimana pendahulunya, dia merasa perjuangan “dari dalam” tak membawa manfaat. Dia keluar dari Volksraad dan berkonsentrasi di SI.

Pada 1923, benih perpecahan mulai timbul di SI. Semaun dan kawan-kawan menghendaki SI menjadi organisasi yang condong ke kiri, sedangkan Agus Salim dan Tjokroaminoto menolaknya. Buntutnya SI terbelah dua: Semaun membentuk Sarekat Rakyat yang kemudian berubah menjadi PKI, sedangkan Agus Salim tetap bertahan di SI. Karier politiknya

Minggu, 15 April 2012

SLANK


Slank adalah sebuah grup musik terkenal di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri.

AWAL KARIR

Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka.

Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.

Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memang dan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama.

NARKOBA

Keterlibatan para personelnya dengan narkoba sempat melahirkan keretakan di tubuh band yang bermarkas di jalan Potlot ini. Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra. Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player.

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.


Bimbim

Bimo Setiawan Almachzumi
Nick Name : Bimbim
D.O.B : Jakarta, 25 December
Believe : Islam
Height/Weight : 173 cm / 52 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Van Hallen, Rolling Stones, Queen
Position : Drums / Percussions / Guitar
Musical Background :
Self learning to drumming at the age of 13. First gigs in Junior High with Cikini Stones Complex. Former member of SLANK.


Kaka
Akhadi Wira Satriaji
Nick Name : Kaka
D.O.B : Jakarta, 10 March
Believe : Islam
Height/Weight : 171 cm / 60 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Bob Marley, David Coverdale
Position : Guitars / Vocal Cord
Musical Background :
Learnt to sing at the age 9, Forming a band with cousins and friends in Junior High. Self learn to sing by listening his favourites musician's recorded tapes, Vocalist of LOVINA band, borrowed as vocalist


Ivan
Ivan Kurniawan Arifin
Nick Name : Ivanka
D.O.B : Jakarta, 9 Desember
Believe : Islam
Height/Weight : 170 cm / 55 kgs
Hobby : Musics
Influence : Rolling Stones, Beatles
Position : Bass / Guitars
Musical Background :
Began to learn guitar at the age of 14 . Finalist at West Java Rock Festival. Foemer member of House Of The Rising Sun Band, Bass player for Imanez' Otto Jam, Supporting musician for SLANK's 6th local album.



Ridho
Mohammad Ridwan Hafiedz
Nick Name : Ridho
D.O.B : Ambon, 3 September
Believe : Islam
Height/Weight : 173 cm / 50 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Blues Saraceno, Nick Nolan, Beatles, Jimmy Hendrix
Position : Guitars
Musical Background :
Began to learn music in Samarinda at the age 12. Former member of Cat Power Band. Took a musical course with Didi AGP and Bintang Indiarto in high school. Former member of Last Few Minutes (LFM) Band. Took a guitar course at Musician Institute Hollywood,LA. Supporting musician for Vina Panduwinata, Nita Tilana, Nugie, Vony Sumlang. Joining SLANK in the recording album "TUJUH".



Abdee
Abdee Negara
Nick Name : Abdee
D.O.B : Donggala, 28 June
Believe : Islam
Height/Weight : 170 cm / 50 kgs
Hobby : Motor Cross
Influence : Keith Richard, Jimmy Hendrix
Position : Guitars
Musical Background :
Took a guitar course at ILW Farabi in 1988. Supporting musician for Gideon Tengker, Ermy Kulit, Michael "Sket" Meyer, Eki Lamoh. Former member of Interview Band with Hengky Supit, DOR Band with Wawan and Michael Meyer, ENEMES Band with Sandy and Iram "U" Camp, Makhatana Band with Dino and Yoyo "Bayou", KRS with Cendy Luntungan, Harry Anggoman. ARJACO with Arthur Kaunang and James F. Sundah.

Joining SLANK in the recording album "TUJUH".

PENGGEMAR

Slank adalah grup cinta damai dan pada kenyataanya Slank tidak saja berhasil merebut hati penggemar, tapi Slank juga telah berhasil membangkitkan semangat dan solidaritas dari sebuah generasi untuk punya sikap. Dan Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik dan kreatif, yang dikenal sebagai Slankers.

SLANK FANS CLUB

Slank Fan Club (SFC) adalah club resmi yang dibentuk oleh manajemen Slank untuk menampung para penggemar fanatik Slank.

BULETIN SLANK

Untuk menyampaikan informasi kepada para Slanker, Slank dan manajemennya memutuskan untuk membuat sebuah newsletter yang kemudian disebut dengan nama Buletin Slank. Buletin ini berisi jadual, kisah-kisah pendek perjalanan tur panggung slank dan sebagainya. Nama buletin sendiri dipakai sebagai simbol agar para slanker melingkari (buletin) jadwal kegiatan slank di kalender kegiatan mereka masing-masing.

Buletin Slank inilah yang kemudian berkembang menjadi Koran Slank.

KORAN SLANK

Koran Slank diterbitkan pertama kali pada 10 Maret 2002.

DISKOGRAFI

1. 1990 - Suit-Suit....Hehehe (Gadis Sexy)
2. 1991 - Kampungan
3. 1993 - Piss
4. 1995 - Generasi Biru
5. 1996 - Minoritas
6. 1996 - Lagi Sedih
7. 1997 - Tujuh
8. 1998 - Mata Hati Reformasi
9. 1999 - 999+09
10. 2001 - Virus
11. 2003 - Satu Satu
12. 2003 - Bajakan!
13. 2004 - Road to Peace
14. 2005 - PLUR
15. 2006 - Slankissme
16. 2007 - Slow But Sure
17. 2007 - Original Soundtrack "Get Married"
18. 2008 - Slank - The Big Hip
19. 2008 - Anthem For The Broken Hearted
20. 2009 - Original Soundtrack Generasi Biru


Personil : Bim-Bim � Kaka � Ridho � Ivanka � Abdee
Mantan Personil : Bongky � Pay � Indra � Reynold
Album Studio : Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy) - Kampungan - Piss! - Generasi Biru - Minoritas - Lagi Sedih - Tujuh - Mata Hati Reformasi - 999 - 09 - Virus - Satu Satu - PLUR - Slankkissme - Slow But Sure
Album Lain : Konser Piss 30 kota - Virus Roadshow - Bajakan - Road to Peace - Ost. Get Married